Sunday, September 14, 2008

Membuka Gerai "Online"

Dimuat di Kompas Minggu, 14 September 2008. Lumayan, walaupun nama tak tersebut, tapi foto ikut nampang :D

DOK WE ARE MOM / Kompas Images
Wanda (kiri, berbaju merah) dalam peluncuran buku Cooking Love.
Minggu, 14 September 2008 | 01:35 WIB

Hari Jumat adalah saat yang paling ditunggu anggota komunitas We R Mommies Indonesia. Pada hari itu, moderator milis membolehkan para ibu muda yang punya bisnis mempromosikan dagangan atau usahanya di milis.

Milis pun ramai dengan bermacam dagangan. Ada yang jualan kue, ada pula yang menawarkan sprei dan bed cover. ”Selain hari Jumat, milis terlarang untuk berjualan,” kata Wanda.

Komunitas Dapur Bunda juga membuka gerai online di situsnya. Produk yang dijual antara lain kue, aneka biskuit, stoples lukis, tempat mainan, baki lukis, dan jam lukis.

Barang-barang yang ”dipajang” di gerai online Dapur Bunda adalah kreasi anggotanya sendiri. Meski begitu, pembeli bukan hanya anggota milis ini, tetapi terbuka bagi siapa saja yang berkunjung ke milis ini.

Selain membuka peluang bisnis di dunia maya, komunitas Funky Mom (FM) sesekali juga berjualan di dunia nyata. Ika Ardiana, salah satu anggota milis FM, mengadakan garage sale menjelang puasa di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang.

Berhenti kerja

Bisnis lewat internet ini boleh dibilang mengubah hidup sebagian anggotanya. Vita (37), misalnya, memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan sekuritas Bahana dan memilih bekerja di rumah. Vita yang pandai membuat kue itu laris berjualan kue ulang tahun di milis. Ia lalu menawarkan kue itu ke milis-milis lain.

Dini (36) akhirnya menggeluti dunia bisnis online juga setelah bergabung dengan milis Dunia Ibu. Sebelumnya, Dini sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta. Setelah anak pertamanya lahir dan bergabung di milis Dunia Ibu, Dini memutuskan berhenti bekerja.

Dini lalu mendalami bidang piranti lunak sehingga ia bisa membuat buku elektronik, situs, dan membuat program-program komputer. Hasilnya lumayan. Selain sering dimintai bantuan teman-teman milis, Dini pun berhasil melebarkan sayap bisnisnya.

Sekarang ia punya klien di luar negeri. Dari bisnisnya ini, ia pernah mendapatkan 11.000 dollar Amerika hanya dalam waktu dua minggu. Melihat sepak terjang Vita, Ika, dan Dini, siapa bilang kalau ibu-ibu hanya bisa ngerumpi kalau sedang kumpul. (IND/IVV)


Link : http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/14/01350922/membuka.gerai.online


Artikel lain di Kompas tentang We Are Mommies Indonesia di Kompas Minggu 14 September bisa dilihat di sini dan di situ.


Thursday, September 4, 2008

Timbunan Rinduku

Perlu perenungan yang cukup lama untuk membuat tulisan dalam rangka menjawab pertanyaan Mbak Arie di jurnalnya "Apa yang paling dirindukan ibu-ibu saat masih single?" Kok bikin tulisan begitu aja lama? Karena saking banyaknya yang aku rindukan, jadi bingung untuk memutuskan mana yang paling aku rindukan. Makin direnungkan kok malah makin bingung, jadi, aku tulis saja semua ya.. :D

Yang pertama adalah tidur nyenyak. Jangan dikira karena Vari sudah berumur 3 tahun lebih lalu sudah bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Setiap malam, paling tidak masih 2 kali bangun untuk minta minum dan atau pipis. Kalau masih minum ASI sih enak, tinggal buka termos alami langsung lhep! Tapi kalau seperti Vari begini kan Ibu mesti bangun, jalan ke dapur ngambil minumnya. Belum lagi kalau dia sedang kesumuken, keringatan lalu gatal-gatal lah sekujur tubuhnya. Yang ada Ibunya diminta ngelus-ngelus punggung sampai dia bisa tidur lagi. Jadi sampai sekarang setiap hari aku masih menyongsong pagi dengan tubuh melayang laksana zombie kurang tidur.

Kedua, aku rindu ngumpul dengan teman-temanku tanpa membawa buntut. Karena kadang saat jenuh dengan rutinitas, saat ada problem, ingin sekali rasanya bisa berbagi dengan sahabat-sahabatku. Ngobrol dengan mereka saja, dari hati ke hati tanpa gangguan rengekan anak yang minta perhatian. Kesempatan ini sangat langka bisa aku dapatkan, karena sebagai ibu bekerja, yang setiap harinya sudah meninggalkan anak selama 10 jam, aku selalu merasa bersalah kalau di luar jam kerja masih meninggalkan anakku lagi. Hal yang sama juga dialami sehabat-sahabatku, sehingga kami sering berujar "Kita ini satu kota aja kok susah banget ya mau ketemuan.." Yah, sebetulnya sih bukan ketemuannya yang sulit, tapi untuk menyelenggarakan ketemuan antara kami saja itu lah yang sulit.

Ketiga, aku pengen nonton di bioskop! Dulu, saat masih kuliah dan saat bekerja di Jakarta, setiap ada film baru yang menarik aku selalu menyempatkan diri menonton. Tapi sejak pulang kampung dan saat itu di Jogja tidak ada bioskop yang up to date, hobi itu harus aku tinggalkan. Sekarang, sudah ada bioskop 21 di Ambarukmo Plaza, tapi aku tetap saja tidak bisa nonton karena alasan yang sama dengan di atas. Kenapa anaknya tidak diajak saja? Huuuww... aku sampai saat ini masih yakin 100% kalau anakku tidak akan bisa duduk diam selama 2 jam. Jangankan 2 jam, 15 menit saja sudah rekor baginya. Padahal sudah kangen sekali ingin nonton bareng Ayah.

Keempat, aku ingin bisa banyak membaca seperti dulu. Dulu, untuk membaca novel seperti Sidney Sheldon biasanya aku hanya perlu waktu 2 hari kerja (maksudnya, kalau libur bisa lebih cepat lagi). Sekarang? Bisa lebih dari 1 minggu baru selesai. Salahku sendiri juga sih.. Sebetulnya bisa saja setelah anak tidur aku membaca, tapi yang ada saat ngelonin Vari aku ikut tidur :(

Lalu bagaimana mengatasi kerinduan itu? Ya... dengan sabar dan ikhlas saja. Yakin bahwa suatu saat kerinduan itu pasti akan terpuaskan. Yakin bahwa pengorbanan ini suatu saat akan membuahkan hasil yang manis. Sementara ini, dinikmati saja dulu bangun dengan rasa melayang, toh kalau jam tidurnya sudah cukup. Ngerumpi dengan teman cukup lewat email atau dengan perantara telepon. Nonton ya sementara ini puaskan saja dengan VCD atau film-film di TV. Saat weekend, kadang aku nonton film di TV sampai dini hari, itupun rasanya sudah menyenangkan, menikmati saat-saat sendiri tanpa gangguan. Baca buku, ya ga apa-apalah, alon-alon waton kelakon :)

Yang pasti, dalam timbunan rinduku ini aku tetap bahagia. Menjalani hari-hari bersama suami dan anakku adalah kebahagiaan yang sangat besar dan tak tertandingi!

=============================================
Alhamdulillah, tulisan ini menang di event yang dibuat Mbak Arie dan mendapatkan hadiah voucher belanja HERO! Thanks ya Mbak Arie :)


image dari Corbis